Senin, 09 April 2018

Bukan Traveller - #BukanTraveller

Ditulis oleh Oom Komariyah at 4/09/2018 03:54:00 AM
menurutmu ini? 
Oke gaes, dimulai dari banyaknya chat, dm ig dan komen netijen-netijen : anjaaay netijen banget 😂✌
“gils main mulu” “lu gaada capenya ya jalan terus” “Travellers sejati uhuy” “kerja kuliahnya sampingan doang ya” “anjir lu uangnya ga abis-abis” “jalan-jalan mulu” “hijab travelers” “hits banget lah gila” “anak hits main mulu” "piknik mulu idupnya" "iya enak banget ya piknik terus" :”))))))))))
Sebenernya gaenak cui diomong, dikomen, didm dan dichat kata-kata diatas :( surely gaenak bangetttt! Seolah apa gitu… makanya dengan tulisan ini aku mau meluruskan cuitan-cuitan netijen diatas ya wkwk jir cuitan ._. sekedar mau cerita aja sih sebenernya.

Kenapa aku suka jalan jalan?
Aku jalan jalan karena aku suka, hobi, karena aku menikmati perjalanan yang aku lakukan, karena aku selalu ingin mengunjungi tempat yang sebelumnya belum pernah aku datangi dan alasan paling utama adalah reward untuk diri sendiri atas kerja keras dan lelahnya rutinitas gaes (kerja, kuliah, nugas) :’)
Yap! Kadang kalian semua hanya melihat hasil akhir, tanpa pernah tahu lelahnya berproses. Tanpa pernah tahu perjuangan nabung buat jalan-jalannya, perjuangan puasa belanjanya, perjuangan kurangin jajannya 😳
Aku jalan jalan juga bukan karena ingin dianggap anak hits, traveller, banyak duit, dan anggapan lain.
Traveller?
Bukan, aku hanya suka main, hobi main dan ingin membahagiakan diri sendiri. Itu saja.
Lagian level jalan jalan yang aku lakukan ini masih level terbawah gaes, masih dalam level 1 dari 10. Buatku traveller adalah mereka yang udah sering menikmati indahnya alam dengan cara hiking ke banyak gunung, mendaki sana-sini, menyelam menikmati indahnya pemandangan bawah laut berbagai pulau, berbagai negara dan mereka mereka yang bisa menyatu dengan alam. Sedangkan aku?
Aku bukan traveller, aku hanya seorang cewek yang suka jalan jalan untuk membahagiakan diri sendiri.

Fyi gaes nih aku kasih kriteria orang yang #AddictedToTravel menurut akun @BackpackerInfo :

- Satu-satunya alasan kamu kerja adalah NABUNG, buat traveling!!! #AddictedToTravel — Info Backpacker (@BackpackerInfo
- Kamu lebih banyak punya temen di luar kota/negeri daripada di deket rumah. #AddictedToTravel — Info Backpacker (@BackpackerInfo)
- udah punya rencana perjalanan lagi, padahal perjalanan yang ini belum selesai!!! #AddictedToTravel — Info Backpacker (@BackpackerInfo)

Jadi untuk bisa dibilang “ketagihan traveling” #AddictedToTravel dan seorang traveller itu aku mesti lebih banyak teman di luar daripada di sekitar dan satu-satunya alasan aku kerja adalah biar bisa menabung buat traveling doang? Aku mesti mikirin rencana traveling lain, sementara yang sekarang saja sedang aku jalankan? Surely not me gaes :(

Oke lanjut cuitan lainnya yang sering juga aku dapatkan banyak anggapan bahwa aku jalan jalan :
“demi feeds yak” “cuman buat upload ig doang kan” “ah buat pamer di socmed doang” dan masih banyak lagi yang intinya menyudutkan ( hehehe

What?
Perjalanan yang sebenarnya punya makna filosofis, telah bergeser menjadi sekedar “been there, picture that”, telah menjadi sebuah gaya hidup baru, bahkan mungkin telah menjadi kebutuhan primer menggantikan “papan”. Makna rumah dan keluarga.
Mungkin ada benarnya, tapi….
Sebuah perjalanan se-mainstream apapun tempat itu akan menjadi kenangan yang sangat indah yang tersimpan dalam memori, hati dan terabadikan kamera untuk suatu saat kita kenang saat rindu dengan perjalanan tempat tersebut atau sekedar untuk cerita atau ditunjukkan kepada anak cucu kita kelak. Sebuah perjalanan ke tempat baru akan selalu mengajarkan kita akan sebuah proses, proses menempuh tempat tersebut adalah sebuah proses yang panjang, tidak mudah dilakukan, panas, bahkan melelahkan.
Perjalanan akan membukakan mata kita akan indahnya ciptaan Tuhan gaes! Perjalanan akan mengajarkan kita betapa kecilnya kita di bumi ini, betapa luasnya alam semesta ini, dan betapa besarnya Tuhan kita. Dan intinya perjalanan ada untuk membuat kita lebih bersyukur atas kehidupan ini.
Setiap perjalanan menyimpan  ruang sendiri di memori, di hati.
Itulah perjalanan...
Soal upload mengupload foto ke sosial media? It's okay, nothing wrong with it.
Semua orang di zaman sekarang bebas mengekspresikan dirinya saat mereka jalan jalan, mengeksplor alam, bahkan saat mereka makan. Semuanya itu telah menjadi sebuah gaya hidup baru… Caranya adalah dengan mengambil gambar atau potret dirinya dengan tujuan mengabadikan momen indah dalam hidup mereka..
Upload Upload Upload..
Bukannya sombong, aku dan mereka hanya ingin berbagi kebahagiaan... baik toh tujuannya selain membahagiakan diri sendiri masih ingin berbagi kebahagiaan yang didapat :p
Inilah jalan hidupku yang mungkin beberapa dari kalian tidak menyukainya tapi selalu ingat ini -> Everyone has their own choices and problems. And this is my choices!
Dan tekadku masih kuat yaitu membuat wish list dan merealisasi list tempat yang ingin ku datangi.
Untuk sekarang aku masih seorang pemimpi, masih berkutat hanya dengan wish list tempat jalan jalan around Indonesia dari sabang sampai merauke, dari ujung barat ke ujung timur Indonesia, tapi suatu saat ku yakin bisa merealisasi wish list itu untuk menemukan pecahan pecahan surga lainnya.. yay! Aamiin.

Terima kasih semesta!
Kehidupanku luar biasa istimewa! Alhamdulillah.
Ada sanggahan? Komentar? Kritik dan saran? Feel free to comment gaes.



Kaki yang menjadi saksi bisu atas segala langkah dan perjalananku dan akan melangkah lebih banyak untuk pergi ke tempat yang belum pernah kakiku injak sebelumnya.


Ditulis pada saat perjalanan Yogyakarta-Jakarta, 09 April 2018

Salam,

#BukanTraveller

1 komentar:

Abdullah Makarim mengatakan...

Kereeeen mba �� sependapatlah
Masalah cepret upload mah emng udh mnjadi gaya hidup baru.. bukn karena lagi/sudh jalan2 saja. Org lagi kumpul2 disawah liat awan dan senja yng keren aja langsung cepret uplod hahaha apa lgi pas lagi liburan..

Posting Komentar

 

Bukan Traveller Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review